Wahai Sahabatku, Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya hidup dan perjalanannya di dunia ini merupakan rangkaian tulisan yang kita toreh dan ciptakan ke dalam buku kehidupan kita sendiri? Lantas mengapa lebih banyak dari kita yang senang mengisinya dengan hal2 yang negatif, destruktif dan inkontributif ketimbang mengisinya dengan hal2 yang positif dan bermanfaat bagi sesama?
Sahabatku, Hidup itu hanya sekali. Maka dalam hidup yang hanya sekali itu berbuatlah YANG
TERBAIK di setiap detik dalam hidupmu. Dan di setiap tarikan nafasmu. Karena disana ada
sebuah amanah besar yang kita emban. Yakni "Amanah Hidup" yang harus dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Ilahi Rabbi. Meski hidup seringkali memberikan kenyataan yg tak seindah harapan. Meski hidup kita masih jauh dari sempurna. Kita mesti terus maju. Berbuat dan bertindak. Mengisi setiap tarikan nafas ini dengan hal-hal yang positif yang Insya Allah diridhoi-Nya. Karena pada prinsipnya "Kita semua adalah Penulis Buku Kehidupan Kita Sendiri".
Mari isi hidup ini setiap detiknya, menit, jam, dan hari serta di setiap tarikan nafas -- yang
TIDAK AKAN MUNGKIN TERULANG DAN KEMBALI UNTUK SELAMA-LAMANYA -- dengan amal shaleh, kebajikan, perbuatan yang positif dan bernilai serta bermanfaat untuk
sesama.
Mari kita isi buku kehidupan kita dengan tulisan-tulisan yang baik, positif, penuh motivasi,
inspirasi dan nilai-nilai keluhuran hidup agar buku kehidupan itu kelak layak dibaca oleh anak
cucu kita dan semua manusia yang menginginkan sumber motivasi, inspirasi, perubahan dan
pencerahan dalam hidupnya.
Rabu, 10 Desember 2008
Senin, 01 Desember 2008
Ketika Mencintai Seseorang...
Jika kamu memancing ikan....Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu....Janganlah sesekali kamu melepaskannya kembali ke dalam air begitu saja....Karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.
Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang...Setelah ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu menjaga hatinya....Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja....Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak akan dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatmu. ...
Jika kamu menadah air, biarlah mendapat sedapatnya, jangan terlalu mengharap pada kedalaman lengkungannya dan janganlah menganggap wadah itu begitu kokoh....Cukuplah menadah sesuai kebutuhanmu. ...Apabila wadah itu sekali retak....Tentu sukar bagi kamu untuk menambalnya kembali menjadi seperti semula....Akhirnya kamu akan membuangnya. ...Sedangkan jika kamu mencoba memperbaikinya mungkin kamu masih dapat mempergunakannya lagi....
Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya....Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa....Anggaplah dia manusia biasa....Bila tidak, apabila sekali dia melakukan kesilapan, tidak mudah bagi kamu untuk menerimanya. ...akhirnya kamu akan kecewa dan meninggalkannya…Sedangkan jika kamu memaafkannya, boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhir hayat....
Jika kamu telah memiliki sepiring nasi...punyamu pastilah yang terbaik untuk dirimu…Mengenyangkan dan berkhasiat…Mengapa kamu lengah, mencoba mencari makanan yang lain…Terlalu ingin mengejar kelezatan...Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya…Dan kamu akan menyesal…
Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang kekasih.....Kekasihmu itu pasti membawa kebaikan kepada dirimu…Menyayangimu dan mengasihimu. ..Mengapa kamu berlengah, mencoba membandingkannya dengan yang lain…Terlalu mengejar kesempurnaan…Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain…Dan kamu juga yang akan menyesal…
Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang...Setelah ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu menjaga hatinya....Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja....Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak akan dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatmu. ...
Jika kamu menadah air, biarlah mendapat sedapatnya, jangan terlalu mengharap pada kedalaman lengkungannya dan janganlah menganggap wadah itu begitu kokoh....Cukuplah menadah sesuai kebutuhanmu. ...Apabila wadah itu sekali retak....Tentu sukar bagi kamu untuk menambalnya kembali menjadi seperti semula....Akhirnya kamu akan membuangnya. ...Sedangkan jika kamu mencoba memperbaikinya mungkin kamu masih dapat mempergunakannya lagi....
Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya....Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa....Anggaplah dia manusia biasa....Bila tidak, apabila sekali dia melakukan kesilapan, tidak mudah bagi kamu untuk menerimanya. ...akhirnya kamu akan kecewa dan meninggalkannya…Sedangkan jika kamu memaafkannya, boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhir hayat....
Jika kamu telah memiliki sepiring nasi...punyamu pastilah yang terbaik untuk dirimu…Mengenyangkan dan berkhasiat…Mengapa kamu lengah, mencoba mencari makanan yang lain…Terlalu ingin mengejar kelezatan...Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya…Dan kamu akan menyesal…
Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang kekasih.....Kekasihmu itu pasti membawa kebaikan kepada dirimu…Menyayangimu dan mengasihimu. ..Mengapa kamu berlengah, mencoba membandingkannya dengan yang lain…Terlalu mengejar kesempurnaan…Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain…Dan kamu juga yang akan menyesal…
| Reaksi: |
Rabu, 19 November 2008
Bagaimana Menggunakan Mukjizat Berpikir Besar di dalam Situasi Kehidupan yang Paling Kritis
Ada mukjizat dalam berpikir besar. Akan tetapi begitu mudah kita melupakannya. Ketika Anda mengalami kesulitan, ada bahaya pikiran Anda akan menyusutkan ukurannya. Dan bila ini terjadi, Anda kalah.
Dibawah ini adalah beberapa pedoman ringkas untuk tetap besar ketika Anda tergoda untuk menggunakan pendekatan kecil.
Barangkali Anda ingin menuliskan pedoman ringkas ini diatas kartu kecil agar mudah diingat.
A. Ketika Orang Kecil Menjatuhkan Anda, BERPIKIRLAH BESAR. Agar yakin, ada bebrapa orang yang menginginkan Anda kalah, untuk mengalami kekalahan, agar ditegur. Akan tetapi orang-orang ini tidak dapat melukai Anda jika Anda ingat tiga hal:
1. Anda akan menang ketika Anda menolak melawan orang picik ini. Melawan orang kecil membuat Anda sama dengan mereka. Tetaplah besar.
2. Haraplah untuk diserang secara sembunyi-sembunyi. Ini adalah bukti bahwa Anda bertumbuh.
3. Ingatkan diri Anda bahwa penembak gelap sebenarnya orang yang sakit secar psikologis. Jadilah besar. Kasihanilah mereka.
Berpikirlah Cukup Besar agar kebal terhadap serangan dari orang picik.
B. Ketika Perasaan "Saya Tidak Mempunyai Apa Yang Diperlukan" itu merayup masuk dalam diri Anda, BERPIKIRLAH BESAR. Ingat, jika Anda berpikir bahwa diri Anda lemah, maka Anda menjadi benar-benar lemah. Jika Anda berpikir diri Anda tidak memadai, Anda akan benar-benar menjadi tidak memadai. Jika Anda berpikir Anda orang kelas dua, maka Anda benar-benar menjadi orang kelas dua.
Lawan kecenderungan alami untuk merasa inferior dengan alat-alat ini:
1. Tampil penting. Tampil penting membuat Anda merasa diri penting. Bagaimana Anda tampak dari luar erat kaitannya dengan bagaimana Anda merasa di dalam.
2. Berkonsentrasilah pada kelebihan Anda. Kembangkan jadwal jual-diri-Anda-kepada-diri-sendiri dan gunakanlah. Belajarlah untuk menilai diri Anda tinggi-tinggi. Kenali diri positif.
3. Tempatkan orang lain dalam perspektif yang benar. Orang lain itu hanyalah manusia lain, jadi mengapa takut padanya?
Berpikirlah Cukup Besar untuk melihat berapa baik diri Anda sebenarnya.
C. Ketika suatu Argumen atau Pertengkaran Tampaknya Tidak Dapat Dihindari, BERPIKIRLAH BESAR. Tolaklah godaan untuk beragumen dan bertengkar dengan:
1. Bertanya kepada diri sendiri, "Secara jujur, apakah hal ini cukup penting untuk diperdebatkan?"
2. Ingatkan diri Anda, Anda tidak pernah memperoleh apapun dari argumen, tetapi Anda selalu kehilangan sesuatu.
Berpikirlah Cukup Besar untuk melihat bahwa pertengkaran, argumen, permusuhan dan percekcokan tidak akan pernah membantu Anda tiba di tempat yang Anda tuju.
D. Ketika Anda Merasa Kalah, BERPIKIRLAH BESAR. Tidak mungkin untuk mencapai sukses besar tanpa kesukaran dan kemunduran. Akan tetapi adalah mungkin untuk menjalani hidup Anda selebihnya tanpa menjadi kalah. Pemikir besar bereaksi terhadap kemunduran dengan cara ini:
1. Anggap kemunduran sebagai pelajran. Belajar darinya. Teliti kemunduran tersubut. Gunakan kemunduran tadi untuk mendorong Anda maju. Selamatkan sesuatu dari setiap kemunduran.
2. Gabungkan ketekunan dengan eksperimen. Mundur dan mulai dari awal dengan pendekatan baru.
Berpikirlah Cukup Besar untuk melihat bahwa kekalahan adalah pikiran, tidak lebih.
E. Ketika Kemesraan Mulai Memudar, BERPIKIRLAH BESAR. Jenis pikiran negatif yang picik, "Ia-curang-maka-saya-akan-membalas" akan membunuh kemesraan, menghancurkan kasih sayang yang dapat menjadi milik Anda. Lakukan ini ketika segalanya tidak berjalan benar dalam bidang cinta.
1. Berkonsentrasilah pada kualitas terbesar dalam diri orang yang Anda ingin agar mencintai Anda. Tempatkan hal-hal kecil di tempat yang seharusnya-di tempat kedua.
2. Lakukan sesuatu yang istimewa untuk pasangan Anda - dan lakukan ini sesering mungkin.
Berpikir Cukup Besar untuk menemukan rahasia kebahagiaan perkawinan.
F. Ketika Anda Merasa Kemajuan Anda di Tempat Kerja Melambat, BERPIKIRLAH BESAR. Tidak peduli apa yang Anda kerjakan dan lepas dari pekerjaan Anda, promosi, gaji yang lebih besar, datang dari satu hal: Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas keluaran Anda, lakukan ini:
Berpikir: "Saya dapat mengerjakan yang lebih baik." Yang terbaik bukannya tidak dapat dicapai. Ada ruang untuk mengejakan segalanya dengan baik. Tidak ada di dalam dunia ini yang diselesaikan sebaik yang seharusnya. Dan ketika Anda berpikir. "Saya dapat mengerjakan dengan lebih baik," cara-cara bekerja yang lebih baik akan muncul. Berpikir "Saya dapat mengerjakan dengan lebih baik" menyalakan kekuatan kretif Anda.
Berpikirlah Cukup Besar untuk melihat bahwa jika Anda mengutamakan pelayanan, uang akan datang dengan sendirinya.
Menurut kata-kata Publilius Syrus:
Orang bijak akan menjadi Majikan dari Pikirannya & Orang yang bodoh akan menjadi budaknya.
Dikutip dari buku berjudul : Berpikir & Berjiwa Besar
Karangan : David J. Schwartz
Dibawah ini adalah beberapa pedoman ringkas untuk tetap besar ketika Anda tergoda untuk menggunakan pendekatan kecil.
Barangkali Anda ingin menuliskan pedoman ringkas ini diatas kartu kecil agar mudah diingat.
A. Ketika Orang Kecil Menjatuhkan Anda, BERPIKIRLAH BESAR. Agar yakin, ada bebrapa orang yang menginginkan Anda kalah, untuk mengalami kekalahan, agar ditegur. Akan tetapi orang-orang ini tidak dapat melukai Anda jika Anda ingat tiga hal:
1. Anda akan menang ketika Anda menolak melawan orang picik ini. Melawan orang kecil membuat Anda sama dengan mereka. Tetaplah besar.
2. Haraplah untuk diserang secara sembunyi-sembunyi. Ini adalah bukti bahwa Anda bertumbuh.
3. Ingatkan diri Anda bahwa penembak gelap sebenarnya orang yang sakit secar psikologis. Jadilah besar. Kasihanilah mereka.
Berpikirlah Cukup Besar agar kebal terhadap serangan dari orang picik.
B. Ketika Perasaan "Saya Tidak Mempunyai Apa Yang Diperlukan" itu merayup masuk dalam diri Anda, BERPIKIRLAH BESAR. Ingat, jika Anda berpikir bahwa diri Anda lemah, maka Anda menjadi benar-benar lemah. Jika Anda berpikir diri Anda tidak memadai, Anda akan benar-benar menjadi tidak memadai. Jika Anda berpikir Anda orang kelas dua, maka Anda benar-benar menjadi orang kelas dua.
Lawan kecenderungan alami untuk merasa inferior dengan alat-alat ini:
1. Tampil penting. Tampil penting membuat Anda merasa diri penting. Bagaimana Anda tampak dari luar erat kaitannya dengan bagaimana Anda merasa di dalam.
2. Berkonsentrasilah pada kelebihan Anda. Kembangkan jadwal jual-diri-Anda-kepada-diri-sendiri dan gunakanlah. Belajarlah untuk menilai diri Anda tinggi-tinggi. Kenali diri positif.
3. Tempatkan orang lain dalam perspektif yang benar. Orang lain itu hanyalah manusia lain, jadi mengapa takut padanya?
Berpikirlah Cukup Besar untuk melihat berapa baik diri Anda sebenarnya.
C. Ketika suatu Argumen atau Pertengkaran Tampaknya Tidak Dapat Dihindari, BERPIKIRLAH BESAR. Tolaklah godaan untuk beragumen dan bertengkar dengan:
1. Bertanya kepada diri sendiri, "Secara jujur, apakah hal ini cukup penting untuk diperdebatkan?"
2. Ingatkan diri Anda, Anda tidak pernah memperoleh apapun dari argumen, tetapi Anda selalu kehilangan sesuatu.
Berpikirlah Cukup Besar untuk melihat bahwa pertengkaran, argumen, permusuhan dan percekcokan tidak akan pernah membantu Anda tiba di tempat yang Anda tuju.
D. Ketika Anda Merasa Kalah, BERPIKIRLAH BESAR. Tidak mungkin untuk mencapai sukses besar tanpa kesukaran dan kemunduran. Akan tetapi adalah mungkin untuk menjalani hidup Anda selebihnya tanpa menjadi kalah. Pemikir besar bereaksi terhadap kemunduran dengan cara ini:
1. Anggap kemunduran sebagai pelajran. Belajar darinya. Teliti kemunduran tersubut. Gunakan kemunduran tadi untuk mendorong Anda maju. Selamatkan sesuatu dari setiap kemunduran.
2. Gabungkan ketekunan dengan eksperimen. Mundur dan mulai dari awal dengan pendekatan baru.
Berpikirlah Cukup Besar untuk melihat bahwa kekalahan adalah pikiran, tidak lebih.
E. Ketika Kemesraan Mulai Memudar, BERPIKIRLAH BESAR. Jenis pikiran negatif yang picik, "Ia-curang-maka-saya-akan-membalas" akan membunuh kemesraan, menghancurkan kasih sayang yang dapat menjadi milik Anda. Lakukan ini ketika segalanya tidak berjalan benar dalam bidang cinta.
1. Berkonsentrasilah pada kualitas terbesar dalam diri orang yang Anda ingin agar mencintai Anda. Tempatkan hal-hal kecil di tempat yang seharusnya-di tempat kedua.
2. Lakukan sesuatu yang istimewa untuk pasangan Anda - dan lakukan ini sesering mungkin.
Berpikir Cukup Besar untuk menemukan rahasia kebahagiaan perkawinan.
F. Ketika Anda Merasa Kemajuan Anda di Tempat Kerja Melambat, BERPIKIRLAH BESAR. Tidak peduli apa yang Anda kerjakan dan lepas dari pekerjaan Anda, promosi, gaji yang lebih besar, datang dari satu hal: Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas keluaran Anda, lakukan ini:
Berpikir: "Saya dapat mengerjakan yang lebih baik." Yang terbaik bukannya tidak dapat dicapai. Ada ruang untuk mengejakan segalanya dengan baik. Tidak ada di dalam dunia ini yang diselesaikan sebaik yang seharusnya. Dan ketika Anda berpikir. "Saya dapat mengerjakan dengan lebih baik," cara-cara bekerja yang lebih baik akan muncul. Berpikir "Saya dapat mengerjakan dengan lebih baik" menyalakan kekuatan kretif Anda.
Berpikirlah Cukup Besar untuk melihat bahwa jika Anda mengutamakan pelayanan, uang akan datang dengan sendirinya.
Menurut kata-kata Publilius Syrus:
Orang bijak akan menjadi Majikan dari Pikirannya & Orang yang bodoh akan menjadi budaknya.
Dikutip dari buku berjudul : Berpikir & Berjiwa Besar
Karangan : David J. Schwartz
| Reaksi: |
Empat hal yang dapat Anda lakukan untuk menaklukkan dalih kesehatan.
Vaksin terbaik untuk mencegah dalih kesehatan terdiri atas empat dosis:
1. Jangan berbicara tentang kesehatan Anda. Semakin Anda berbicara mengenai suatu penyakit, bahkan cuma pilek, semakin buruk tampaknya penyakit itu. Berbicara tentang cuaca buruk sama seperti menaburkan pupuk diatas rumput. Selain itu, berbicara tentang kesehatan adalah kebiasaan yang buruk. Kebiasaan ini membosankan orang lain. Kebiasaan ini membuat Anda tampak egosentris dan nyinyir. Orang yang berpikiran sukses mengalahkan kecenderungan alami untuk berbicara tentang kesehatan mereka yang "buruk". Orang itu mungkin mendapat sedikit simpati, tetapi ia tidak mendapatkan respek dan loyalitas dengan pengeluh kronis.
2. Jangan khawatir tentang kesehatan Anda. Dr. Walter Alvarez, pensiunan konsultan untuk Mayo Clinic yang terkenal di dunia, belum lama menulis: "Saya selalu meminta kepada orang-orang yana suka cemas untuk melatih kendali diri. Sebagai contoh, ketika saya melihat laki-laki ini, (orang yang yakin bahwa dirinya mengidap penyakit kandung empedu walaupun delapan pemeriksaan sinar-X yang terpisah memperlihatkan bahwa organ tersebut sepenuhnya normal) saya memintanya berhenti meminta agar kandung empedunya diperiksa dengan sinar-X. Saya meminta ratusan orang yang khawatir mengenai jantung mereka untuk berhenti menjalani eltrokardiogram."
3. Bersyukurlah secara tulus bahwa kesehatan Anda baik sebagaimana adanya. Ada sebuah pepatah kuno yang pantas diulang: "Saya merasa kasihan kepada diri sendiri karena saya mempuyai sepatu bubut hingga saya bertemu dengan orang yang tidak mempunyai kaki." Daripada mengeluh tentang "perasaan tidak enak badan", jauh lebih baik bersyukur bahwa Anda sehat sebagaimana adanya sekarang. Hanya dengan bersyukur akan kesehatan yang Anda miliki merupakan vaksinasi yang manjur terhadap berkembangnya penyakit baru dan penyakit yang sesungguhnya.
4. Sering-seting ingatkan diri Anda: "Jauh lebih baik letih karena bekerja daripada letih karena menganggur." Hidup adalah untuk dinikmati. Jangan disia-siakan. Jangan melewatkan hidup dengan berpikir diri Anda akan berbaring di ranjang rumah sakit.
1. Jangan berbicara tentang kesehatan Anda. Semakin Anda berbicara mengenai suatu penyakit, bahkan cuma pilek, semakin buruk tampaknya penyakit itu. Berbicara tentang cuaca buruk sama seperti menaburkan pupuk diatas rumput. Selain itu, berbicara tentang kesehatan adalah kebiasaan yang buruk. Kebiasaan ini membosankan orang lain. Kebiasaan ini membuat Anda tampak egosentris dan nyinyir. Orang yang berpikiran sukses mengalahkan kecenderungan alami untuk berbicara tentang kesehatan mereka yang "buruk". Orang itu mungkin mendapat sedikit simpati, tetapi ia tidak mendapatkan respek dan loyalitas dengan pengeluh kronis.
2. Jangan khawatir tentang kesehatan Anda. Dr. Walter Alvarez, pensiunan konsultan untuk Mayo Clinic yang terkenal di dunia, belum lama menulis: "Saya selalu meminta kepada orang-orang yana suka cemas untuk melatih kendali diri. Sebagai contoh, ketika saya melihat laki-laki ini, (orang yang yakin bahwa dirinya mengidap penyakit kandung empedu walaupun delapan pemeriksaan sinar-X yang terpisah memperlihatkan bahwa organ tersebut sepenuhnya normal) saya memintanya berhenti meminta agar kandung empedunya diperiksa dengan sinar-X. Saya meminta ratusan orang yang khawatir mengenai jantung mereka untuk berhenti menjalani eltrokardiogram."
3. Bersyukurlah secara tulus bahwa kesehatan Anda baik sebagaimana adanya. Ada sebuah pepatah kuno yang pantas diulang: "Saya merasa kasihan kepada diri sendiri karena saya mempuyai sepatu bubut hingga saya bertemu dengan orang yang tidak mempunyai kaki." Daripada mengeluh tentang "perasaan tidak enak badan", jauh lebih baik bersyukur bahwa Anda sehat sebagaimana adanya sekarang. Hanya dengan bersyukur akan kesehatan yang Anda miliki merupakan vaksinasi yang manjur terhadap berkembangnya penyakit baru dan penyakit yang sesungguhnya.
4. Sering-seting ingatkan diri Anda: "Jauh lebih baik letih karena bekerja daripada letih karena menganggur." Hidup adalah untuk dinikmati. Jangan disia-siakan. Jangan melewatkan hidup dengan berpikir diri Anda akan berbaring di ranjang rumah sakit.
| Reaksi: |
Kamis, 13 November 2008
Masalah Anda Bernilai Jutaan
Anda punya banyak masalah? Sama dengan saya. Dan semua orang juga memiliki masalah. Masalah adalah bagian dari hidup kita. Yang tidak memiliki masalah hanyalah orang yang sudah menikmati kenikmatan Jannah di akhirat kelak, semoga kita menjadi salah satunya. Sementara, selama kita hidup, masalah adalah bagian dari hidup kita, kita tidak bisa lepas dari masalah.
Tentu saja, bukan berarti kita harus membiarkan masalah. Masalah yang ada harus kita selesaikan sebab jika tidak masalah baru akan datang dan akan menambah masalah yang sudah ada. Semakin menumpuk masalah kita, akan semakin besar beban hidup kita. Dan, satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ialah dengan menghadapinya. Masalah tidak akan selesai dengan menghindarinya. Jika kita menghindari masalah, sesungguhnya masalah itu tetap saja ada.
Dalam sebuah buku yang berjudul Cracking The Millionaire Code, karangan Mark Victor Hansen (penulis Chicken Soup for the Shoul), dan Robert G. Allen (penulis Creating Wealth) dikatakan bahwa masalah Anda bernilai jutaan. Jadi semakin banyak masalah yang Anda miliki, sebenarnya semakin kaya saja Anda. Tentu saja kekayaan ini Anda miliki jika Anda mampu mengoptimalkan semua masalah Anda.
Ada dua cara untuk mendapatkan manfaat dari masalah Anda
Ambil hikmahnya. Selalu ada hikmah dibalik masalah. Semakin banyak masalah semakin banyak hikmah yang Anda dapatkan. Betulkah ini bernilai jutaan? Anda bisa mengeluarkan uang puluhan sampai ratusan ribu rupiah untuk mendapatkan pelajaran dari orang lain. Begitu juga, sebenarnya setiap hikmah yang Anda dapatkan memiliki nilai yang sama. Coba kumpulkan semua hikmah yang Anda miliki dan hargai setiap hikmah kemudian hitung berapa total nilai yang Anda dapatkan. Anda bisa mendapatkan pelajaran bernilai jutaan dengan mengambil hikmah dari masalah Anda sendiri. Lebih jauh tentang hikmah sudah saya tulis dalam ebook Beautiful Mind
Manfaat diatas boleh dibilang tidak real. Anda bisa mendapatkan nilai real (jutaan) dari hikmah Anda dengan menjualnya. Anda bisa menulis buku, mengajar, mengadakan seminar, dan menulis ebook.
Terlepas, cara mana yang mau Anda lakukan untuk memanfaatkan masalah Anda, yang jelas Anda masalah Anda bernilai jutaan. Hadapi masalah, jangan menghindarinya, sebab masalah adalah bagian dari hidup kita dan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan kita. Jika manfaat masalah Anda tidak dinilai dengan uang, maka Anda akan semakin kuat berkat Anda mampu mengatasi semua masalah yang datang dalam hidup Anda.
Tentu saja, bukan berarti kita harus membiarkan masalah. Masalah yang ada harus kita selesaikan sebab jika tidak masalah baru akan datang dan akan menambah masalah yang sudah ada. Semakin menumpuk masalah kita, akan semakin besar beban hidup kita. Dan, satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ialah dengan menghadapinya. Masalah tidak akan selesai dengan menghindarinya. Jika kita menghindari masalah, sesungguhnya masalah itu tetap saja ada.
Dalam sebuah buku yang berjudul Cracking The Millionaire Code, karangan Mark Victor Hansen (penulis Chicken Soup for the Shoul), dan Robert G. Allen (penulis Creating Wealth) dikatakan bahwa masalah Anda bernilai jutaan. Jadi semakin banyak masalah yang Anda miliki, sebenarnya semakin kaya saja Anda. Tentu saja kekayaan ini Anda miliki jika Anda mampu mengoptimalkan semua masalah Anda.
Ada dua cara untuk mendapatkan manfaat dari masalah Anda
Ambil hikmahnya. Selalu ada hikmah dibalik masalah. Semakin banyak masalah semakin banyak hikmah yang Anda dapatkan. Betulkah ini bernilai jutaan? Anda bisa mengeluarkan uang puluhan sampai ratusan ribu rupiah untuk mendapatkan pelajaran dari orang lain. Begitu juga, sebenarnya setiap hikmah yang Anda dapatkan memiliki nilai yang sama. Coba kumpulkan semua hikmah yang Anda miliki dan hargai setiap hikmah kemudian hitung berapa total nilai yang Anda dapatkan. Anda bisa mendapatkan pelajaran bernilai jutaan dengan mengambil hikmah dari masalah Anda sendiri. Lebih jauh tentang hikmah sudah saya tulis dalam ebook Beautiful Mind
Manfaat diatas boleh dibilang tidak real. Anda bisa mendapatkan nilai real (jutaan) dari hikmah Anda dengan menjualnya. Anda bisa menulis buku, mengajar, mengadakan seminar, dan menulis ebook.
Terlepas, cara mana yang mau Anda lakukan untuk memanfaatkan masalah Anda, yang jelas Anda masalah Anda bernilai jutaan. Hadapi masalah, jangan menghindarinya, sebab masalah adalah bagian dari hidup kita dan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan kita. Jika manfaat masalah Anda tidak dinilai dengan uang, maka Anda akan semakin kuat berkat Anda mampu mengatasi semua masalah yang datang dalam hidup Anda.
| Reaksi: |
Rabu, 12 November 2008
"Ku Beli Waktumu"
Seorang ayah pulang telat dari tempatnya bekerja, merasa letih. Mendadak sudut matanya melihat anaknya yang berumur lima tahun berdiri di depan pintu kamarnya. Takut-takut menatap sang ayah.
“Ayah, bolehkah aku menanyakan sesuatu?” tanya anak, mengerjap-ngerjapkan matanya yang bulat bening.
“Ya, tentu saja. Apakah yang kau tanyakan?” jawab ayahnya.
“Ayah, berapa uang yang ayah dapatkan dalam satu jam?”
“Itu bukan urusanmu! Apa yang membuatmu bertanya seperti itu?” ayahnya berkata dengan nada tinggi. Agak marah dia rupanya.
“Aku hanya ingin tahu. Berapakah yang ayah terima?” pinta si anak.
“Jika kamu benar-benar ingin tahu, ayah terima $20.00 per jam.”
“Oh begitu,” angguk sang anak. Sambil mendongak, ia berkata, pelan.
“Ayah bolehkah aku pinjam $10.00?” sang anak meminta dengan memelas.
“Jika alasan kamu ingin tahu jumlah uang yang ayah terima hanya untuk dapat pinjam dan membeli mainan yang tidak berguna atau sesuatu yang tidak masuk akal, maka kamu sekarang masuk kamar dan tidur. Apakah kamu tidak berpikir bahwa kamu egois? Ayah bekerja dengan susah payah setiap hari dan tidak punya waktu untuk mainan anak-anak,” sentak sang ayah.
Sang anak mengkerut. Dia tidak berkata sepatah kata pun. Hanya menunduk Dan perlahan berbalik. Sang anak menurut masuk kamar dan menutup pintu. Tetapi diam-diam ia menahan agar air matanya tidak mengalir jatuh. Sang ayah duduk dan semakin marah karena pertanyaan anaknya. Beraninya dia menanyakan pertanyaan hanya untuk mendapatkan uang.
Namun setelah lebih dari satu jam, sang ayah sudah tenang dan mulai berpikir bahwa dia agak keras terhadap anaknya. Mungkin anaknya membutuhkan sesuatu yang ia ingin beli dengan uang $10.00 tersebut, dan ia juga jarang meminta uang. Sang ayah pergi ke kamar anaknya dan pintunya dibuka.
“Sudah tidur anakku?” dia bertanya.
“Tidak ayah, saya masih terjaga,” jawab anaknya ragu-ragu.
“Ayah berpikir, mungkin ayah terlalu keras terhadap kamu barusan”, kata sang ayah. “Hari ini hari yang berat dan ayah melampiaskannya kepada kamu. Ini $10.00 yang kamu pinta,” ucap sang ayah, berusaha tersenyum.
Sang anak bangun dan menyalakan lampu.
“Oh.. terima kasih ayah!” sang anak berteriak kegirangan.
Kemudian dia mengambil sesuatu dari bawah bantalnya dan ternyata isinya uang. Sang ayah melihat anaknya sudah mempunyai uang, kembali emosinya naik. Hendak marah. Sang anak menghitung dengan perlahan uangnya, kemudian menatap ayahnya.
“Kenapa kamu meminta uang lagi jika kamu sudah punya?” gerutu ayahnya.
“Karena belum cukup, tetapi sekarang aku sudah punya cukup uang”, balas sang anak.
“Ayah, saya punya $20.00 sekarang. Bolehkah aku beli satu jam dari waktumu?”
Terkadang kita terlena dengan kehidupan kita, mungkin kita adalah seorang pekerja keras, pelajar yang sibuk, atau pelayan Tuhan sepenuh waktu. Kita menjadi lupa ada orang-orang di sekeliling kita yang tidak hanya membutuhkan uang saja. Jauh lebih dari itu, mereka membutuhkan waktu kita, perhatian kita, pengalaman kita, dsb.
Lihatlah pada orang-orang terdekat dengan kita, keluarga dan sahabat-sahabat kita. Berikan waktumu sebagai wujud kasih yang paling dalam.
Tunjukkanlah bahwa kita peduli pada mereka!
“Ayah, bolehkah aku menanyakan sesuatu?” tanya anak, mengerjap-ngerjapkan matanya yang bulat bening.
“Ya, tentu saja. Apakah yang kau tanyakan?” jawab ayahnya.
“Ayah, berapa uang yang ayah dapatkan dalam satu jam?”
“Itu bukan urusanmu! Apa yang membuatmu bertanya seperti itu?” ayahnya berkata dengan nada tinggi. Agak marah dia rupanya.
“Aku hanya ingin tahu. Berapakah yang ayah terima?” pinta si anak.
“Jika kamu benar-benar ingin tahu, ayah terima $20.00 per jam.”
“Oh begitu,” angguk sang anak. Sambil mendongak, ia berkata, pelan.
“Ayah bolehkah aku pinjam $10.00?” sang anak meminta dengan memelas.
“Jika alasan kamu ingin tahu jumlah uang yang ayah terima hanya untuk dapat pinjam dan membeli mainan yang tidak berguna atau sesuatu yang tidak masuk akal, maka kamu sekarang masuk kamar dan tidur. Apakah kamu tidak berpikir bahwa kamu egois? Ayah bekerja dengan susah payah setiap hari dan tidak punya waktu untuk mainan anak-anak,” sentak sang ayah.
Sang anak mengkerut. Dia tidak berkata sepatah kata pun. Hanya menunduk Dan perlahan berbalik. Sang anak menurut masuk kamar dan menutup pintu. Tetapi diam-diam ia menahan agar air matanya tidak mengalir jatuh. Sang ayah duduk dan semakin marah karena pertanyaan anaknya. Beraninya dia menanyakan pertanyaan hanya untuk mendapatkan uang.
Namun setelah lebih dari satu jam, sang ayah sudah tenang dan mulai berpikir bahwa dia agak keras terhadap anaknya. Mungkin anaknya membutuhkan sesuatu yang ia ingin beli dengan uang $10.00 tersebut, dan ia juga jarang meminta uang. Sang ayah pergi ke kamar anaknya dan pintunya dibuka.
“Sudah tidur anakku?” dia bertanya.
“Tidak ayah, saya masih terjaga,” jawab anaknya ragu-ragu.
“Ayah berpikir, mungkin ayah terlalu keras terhadap kamu barusan”, kata sang ayah. “Hari ini hari yang berat dan ayah melampiaskannya kepada kamu. Ini $10.00 yang kamu pinta,” ucap sang ayah, berusaha tersenyum.
Sang anak bangun dan menyalakan lampu.
“Oh.. terima kasih ayah!” sang anak berteriak kegirangan.
Kemudian dia mengambil sesuatu dari bawah bantalnya dan ternyata isinya uang. Sang ayah melihat anaknya sudah mempunyai uang, kembali emosinya naik. Hendak marah. Sang anak menghitung dengan perlahan uangnya, kemudian menatap ayahnya.
“Kenapa kamu meminta uang lagi jika kamu sudah punya?” gerutu ayahnya.
“Karena belum cukup, tetapi sekarang aku sudah punya cukup uang”, balas sang anak.
“Ayah, saya punya $20.00 sekarang. Bolehkah aku beli satu jam dari waktumu?”
Terkadang kita terlena dengan kehidupan kita, mungkin kita adalah seorang pekerja keras, pelajar yang sibuk, atau pelayan Tuhan sepenuh waktu. Kita menjadi lupa ada orang-orang di sekeliling kita yang tidak hanya membutuhkan uang saja. Jauh lebih dari itu, mereka membutuhkan waktu kita, perhatian kita, pengalaman kita, dsb.
Lihatlah pada orang-orang terdekat dengan kita, keluarga dan sahabat-sahabat kita. Berikan waktumu sebagai wujud kasih yang paling dalam.
Tunjukkanlah bahwa kita peduli pada mereka!
| Reaksi: |
Cek Kualitas HP
Memasuki era perdagangan bebas kita haruslah berhati-hati dalam membeli sesuatu, terutama barang-barang elektronik, hp khusunya karena sekarang banyak sekali penipuan atau bermunculannya hp-hp black market ataupun mungkin juga hp rekondisi, oleh karena itu diperlukan tips untuk mengetahui apakah hp sebuah hp itu benar-benar asli, dibuat dinegara mana dan tentu saja paling penting adalah kualitasnya. Berikut ini sedikit tips untuk mengetahui dinegara mana sebuah hp dibuat serta kualitasnya (hanya hp GSM bukan CDMA) :
Langkah pertama : ketik *#06#
Setelah kamu mengetikan code tersebut maka akan muncul 15 angka no seri 434566106789435.
Jika angka no tujuh dan delapan adalah angka 02 atau 20 itu berarti hp tersebut dibuat di Asia dengan kualitas yang jelek.
Jika angka no tujuh dan delapan adalah angka 08 atau 80 itu berart hp tersebut dibuat Jerman dengan kualitas lumayan.
Jika angka no tujuh dan delapan adalah angka 01 atau 10 itu berarti hp tersebut dibuat di Finlandia dengan kualitas bagus.
Jika angka no tujuh dan delapan adalah angka 00 itu berarti hp tersebut dibuat di Perancis dengan kualitas paling baik.
Dan apabila nggak ada dari salah satu diatas, berarti hp anda bodong alias gak jelas.
Demikian sedikit tip, semoga bisa membantu agar tidak tertipu.
Langkah pertama : ketik *#06#
Setelah kamu mengetikan code tersebut maka akan muncul 15 angka no seri 434566106789435.
Jika angka no tujuh dan delapan adalah angka 02 atau 20 itu berarti hp tersebut dibuat di Asia dengan kualitas yang jelek.
Jika angka no tujuh dan delapan adalah angka 08 atau 80 itu berart hp tersebut dibuat Jerman dengan kualitas lumayan.
Jika angka no tujuh dan delapan adalah angka 01 atau 10 itu berarti hp tersebut dibuat di Finlandia dengan kualitas bagus.
Jika angka no tujuh dan delapan adalah angka 00 itu berarti hp tersebut dibuat di Perancis dengan kualitas paling baik.
Dan apabila nggak ada dari salah satu diatas, berarti hp anda bodong alias gak jelas.
Demikian sedikit tip, semoga bisa membantu agar tidak tertipu.
| Reaksi: |
Langganan:
Entri (Atom)

