Rabu, 10 Desember 2008

Buku Kehidupan

Wahai Sahabatku, Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya hidup dan perjalanannya di dunia ini merupakan rangkaian tulisan yang kita toreh dan ciptakan ke dalam buku kehidupan kita sendiri? Lantas mengapa lebih banyak dari kita yang senang mengisinya dengan hal2 yang negatif, destruktif dan inkontributif ketimbang mengisinya dengan hal2 yang positif dan bermanfaat bagi sesama?

Sahabatku, Hidup itu hanya sekali. Maka dalam hidup yang hanya sekali itu berbuatlah YANG
TERBAIK di setiap detik dalam hidupmu. Dan di setiap tarikan nafasmu. Karena disana ada
sebuah amanah besar yang kita emban. Yakni "Amanah Hidup" yang harus dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Ilahi Rabbi. Meski hidup seringkali memberikan kenyataan yg tak seindah harapan. Meski hidup kita masih jauh dari sempurna. Kita mesti terus maju. Berbuat dan bertindak. Mengisi setiap tarikan nafas ini dengan hal-hal yang positif yang Insya Allah diridhoi-Nya. Karena pada prinsipnya "Kita semua adalah Penulis Buku Kehidupan Kita Sendiri".

Mari isi hidup ini setiap detiknya, menit, jam, dan hari serta di setiap tarikan nafas -- yang
TIDAK AKAN MUNGKIN TERULANG DAN KEMBALI UNTUK SELAMA-LAMANYA -- dengan amal shaleh, kebajikan, perbuatan yang positif dan bernilai serta bermanfaat untuk
sesama.

Mari kita isi buku kehidupan kita dengan tulisan-tulisan yang baik, positif, penuh motivasi,
inspirasi dan nilai-nilai keluhuran hidup agar buku kehidupan itu kelak layak dibaca oleh anak
cucu kita dan semua manusia yang menginginkan sumber motivasi, inspirasi, perubahan dan
pencerahan dalam hidupnya.

3 komentar:

  1. Allahuakbar..
    Mister Momon is too puitis...
    Habis Tapa yo...gila sangadh...postingnya sangat2.....dalam dan seriuss,,
    masz...mending view my blogs di:
    www.bluezzyholic.blogspot.com
    okOk...dan kasi komen iyA,,,

    hHoohoho....^o^

    BalasHapus
  2. ampunnn.. tulisane abot2...
    org kya gw susah ngertinya

    piss...


    *blogwalking*

    BalasHapus
  3. yes yes yes..
    beri warna aja pada buku kehidupan kita..
    pasti lebih meriah..

    BalasHapus